KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA
Kami pecinta alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya
adalah ciptaan Tuhan Yang maha Esa.
Pecinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat sadar
akan tanggung jawab tehadap tuhan,
bangsa dan tanagh air.
Pecinta alam Indonesia sadar bahwa segenap Pecinta alam
sebagai mahluk yang mencintai alam sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa.
Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran
menyatakan sebagai berikut.
1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam besera isinya, serta
menggunakan sumber alam sesuai kebutuhan.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Negara.
4. Menghormati tata kehidupan yang
berlaku pada masyarakat sekitarnya serta menghargai manusia sesuai martabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan sesama Pecinta Alam sesuai
dengan azas pecinta alam.
6. Berusaha saling membantu serta saling
menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan tanah air
7. Selesai
Disaahkan dalam forum
Gladian Nasional IV Ujung Pandang
Tanggal 29 Januari 1974
Pukul 01.00 WITA
MANAJEMEN PERJALANAN
A.
PENDAHULUAN
Manajemen
adalah proses perencanaan, pengorganisasian, keopemimpinan, pengendalian dan
penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
Manajemen perjalanan/ekspedisi
merupakan suatu sistem pengaturan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan
evaluasi suatu kegiatan perjalanan. Tahapan manajemen perjalanan meliputi
1. Perencanaan dan persiapan kegiatan
a. Data dan informasi awal
b. Koordinasi kelompok
c. Peralatan dan perlengkapan
d. Persiapan fisik dan psikis
e. Transportasi
f.
Cek
dan ricek
2. Pelaksanaan kegiatan
a. Manajemen lokasi sumber daya manusia
b. Pengambilan data dan informasi
3. Pasca pelaksanaan kegiatan
a. Memonitor dan evaluasi
b. Membuat laporan perjalanan mengenai lokasi,
rute, daftar peralatan, kondisi lingkungan, data dan informasi, persiapan
miniumal, rincian biaya, dan catatan lainya.
Collin
Mortlock, seorang pakar pendidikan alam terbuka, mengkategorikan kemampuan yang
diperlukan oleh para penggiat kegiatan alam terbuka sebagai berikut.
1. Kemampuan Teknis, yang berhubungan
tentang ritme dan keseimbangan gerakan.
2. Kemampuan Kebugaran, mencangkup
kebugaran spesifik yang di butukan untuk kegiatan tertentu, kebugarab jantung
dan sirkulasinya, serta kemampuan mengkondisikan tubuh terhadap tekanan
lingkungan alam.
3. Kemampuan Kemanusiawian, yaitu
pengembangan sikap positif pada seegala aspek untuk meningkatkan kemampuan. hal
ini mencangkup determinasi (kemauan), percaya diri, kesabaran, konsentrasi,
analisa diri, kemandirian, dan kemampuan untuk memimpin atau dipimpin
4. Kemampuan pemahaman lingkungan, yaitu
mengembangkan kewaspadaan terhadap bahaya bagi lingkungan yang spesifik.
Keempat kemampuan tersebut tidaklah mudah untuk dikuasai dengan baik, namun
perlu di ingat bahwa penguasaan kemampuan tersebut sangat diperlukan dalam
kegiatan di alam terbuka.
B.
PERENCANAAN PERJALANAN
Persiapan
dan perencanaan kegiatan di alam bebas harus disesuaikan dengan jenis dan
tujuan yang akan di lakukan. Dengan persiapan dan perencanaan yang matang akan
mengurangi resiko buruk yang mungkin timbul selama kegiatan, antara lain
iklim/cuaca yang ekstrim, medan yang sulit delewati atau sumber air yang
kurang. Kondisi-kondisi tersebut harus diantisipasi sedini mungkin dengan
persiapan fisik, mental, skill (keterampilan) dan data informasi. Beberapa hal
yang perlu di perhatikan dalam peerencanaan kegiatan
1. Jenis medan yang akan dihadapi
2. Tujuan perjalanan
3. Keterbattasan fisik untuk membawa
barang (maksimum 1/3 berat badan)
4. Hal-hal khusus seperti obat-obatan
5. Mengumpulkan informasi ( alternative
jalur, jalur evakuasi, perizinan dll)
6. Latihan fisik
7. Membuat jadwal perjalanan
Perencanaan kegiatan akan mempermudah mengorganisir kegiatan
yang akan dilakukan, dengan
mengeliminasi kemungkinan resiko buruk yang mingkin terjadi. Perencanaan
tersebut harus berdasarkan pedoman 5W+1H
1.
Who
yaitu siapa yang mengadakan kegiatan, dengan siapa kita pergi, siapa yang
menjadi leader dan siapa yang berpengalaman di lapangan
2.
What
yaitu apa jenis kegiatanya, apa tujuanya, apa hambatanya, apa yang akan
dilakukan, dan perlengkapan apa yang harus di bawa
3.
Why
yaitu mengapa kita harus ikut dan mengapa memilih kegiatan tersebut
4.
When
yaitu kapan kegiatanya , berapa lama waktunya, siang atau malam, dan pada musim
apa kegiatan tersebut dilaksanakan
5.
Where
yaitu dimana tempat kegiatanya, dimana mencari tempat bantuan terdekat
6.
How
yaitu bagaimana mencapai lokasi dan bagaimanamenghadapi resiko buruk yang
mungkin terjadi
C.
FAKTOR PERTIMBANGAN
Faktor
pertimbangan yang penting untuk diperhatikan dalam manajemen perjalanan sebagai
berikut.
1.
Faktor
alam
Faktor alam
mencangkup pemahaman mengenai lokasi tujuan, medan yang akan dihadapi, iklim
daerah yang akan dituju, medan yang akan dihadapi, iklim daerrah yang akan
dituju. Dan hal ini yang berkaitan dengan lingkungan. Pengantisipasian hal ini
adalah dengan melakukan studi literature yang baik, analisa peta, informasi
dari pemerintah setempat, hubungan dengan badan yang terkait, misalnya badan
meteorology, klimatologi dan geofisika. Dengan mengetahui semua hal tersebut,
dapat dapat direncanakan waktu (musim) yang tepat untuk melakukan perjalanan
serta dapat di pilih rute perjalanan yang paling baik dan sesuai dengan keinginan.
2.
Faktor
peserta
Adapun hal
yang berhubungan dalam personil peserta berjalan, mencangkup pemilihan personil,
kepemimpinan (leadership), hieraki, dskripsi kerja, dan tanggung jawab para
peserta perjalanan. Dalam kegiatan berjalan di alam terbuka, perlu di tekankan
sebagai pemimpin mengenai pemimpin atau
biasa disebut leader (ketua). Kepemimpinan daari suatu perjalanan (ekspedisi)
adalah lebih banyak merupakan tanggung jawab individual dan banyak keadaan
kegiatan di alam terbuka ini menempatkan leader untuk mengambil keputusan yang sering
kali harus di ambil segera. Oleh karena itu, merupakan hal yang esensial bagi
seorang pemimpin untuk merrasa “in command” hal ini harus di tanamkan sejak
awal. Leader-lah yang dapat membuat suatu perjalanan (ekspedisi) berjalan
dengan baik. Suatu pengelolaan perjalanan di alam terbuka tidak akan dapat
terlaksana dengan baik bila di pimpin oleh sekelompok orang (komite).
3.
Faktor
penyelenggaraan
Penyelenggaraan
dalam perjalanan mencangkup permasalahan faktor teknis dan noon teknis. Pada
perjalanan yang besar (ekspedisi), ada faktor semi teknis.
a. Faktor teknis adalah permasalahan
teknis, yaitu permasalahan daya upaya operasional yang berhubungan langsung
dengan tingkah kesulitan medan.
b. Faktor non-teknis adalah permasalahan
daya dukung operasi yang tidak berhubungan langsung dengan tingkat kesukitan
medan. Daya dukung ini mencangkup masaklah administrasi organisasi(dana, izin,
publikasi, secretariat) dan pendukung operasi global (komunikasi global,akomondasi
kota, transportasi global).
c. Faktor semi-teknis untuk perjalanan
besar dan kompleks adalah permasalahan daya dukung operasi yang berhubung
langsung dengan tingkat kesulitan medan, namun bersifat non-teknis (komunikasi
basecamp tem, advance team, take in and take out team,delivery team). Factor
ini berada diantara factor teknis dan non teknis.
D.
PERENCANAAN LOGISTIK
Salah satu hal penting yang menjadi bagian manajemen perjalanan adalahh
perencanaan logistic, beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum membuat
perencanaan logistic sebagai berikut.
a. Lamanya perjalanan yang akan di
lakukan.
b. Aktifitas apa saja yang akan di
lakukan.
c. Keadaan medan yang akan di hadapi
(terjal,sering hujan, dan sebagainya)
1.
Makanan
Dalam
penentuan makanan yang akan di bawa, ada beberapa syarat yang harus
diperhatikan yaitu:
a. Cukup mengandung kaloridan mempunyai
komposisi gizi yang memedai, serta tidak asing di lidah.
b. Terlindung dari kerusakan,tahan lama,
dan mudah/sederhana dalam menanganinya.
c. Sebaiknya makanan yang siap pakai
atau tidak perlu di masak terlalu lama, irit air dan bahan bakar.
d. Ringan, mudah didapat.
e. Murah.
Untuk dapat merencanakan komposisi bahan makanan agar sesuai
dengan syarat-syarat di atas, kita dapat mengkajinya dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
a. Dengan informasi yang cukup lengkap,
perkiraan kondisi medan , aktifitas tubuh yang diperlukan dan lamanya waktu.
Perhiitungan jumlah kalori yang diperlukan.
b. Susun daftar makanan yang memenuhi
syaratdi atas, kemudian kelompokkan dengan menurut komposisi dominan. Hidrat
arang, protein, lemak hitung masing-masing kalori totalnya (setelah siap di
makan)
c. Perhitungan untuk vitamindan mineral
dapat di lakukan terakir, dan apabila ada kekurangan dapat di tambah tablet
vitamin dan mineral secukupnya.
Setelah melakukan hal di atas, anda tinggal
membandingkan jenis mana yang mengandung banyak hidrat arang, lemak atau
protein. Untuk lebih jelasnya bias di lihat daarri komposisi bahan makanan
(daftar komposisi bahan makanan, Dep. Kesehatan RI,Dit. Gizi