Kamis, 07 November 2013

Penyakit Hati

Mungkin banyak dari kalian yang pernah merasakan jatuh cinta, diputusin pacar ataupun diselingkuhin, pasti dada kalian terasa pengap, sesak lemes, tidak jarang juga yang sampai rasanya seperti sulit untuk bernafas. itulah yang dinamakan penyakit hati istilah orang jawa "loro ati". Penyakit ini pasti pernah menyerang manusia yang memiliki perasaan, termasuk kita. Penyakit hati sering diderita oleh kaum remaja awal sampai remaja akir, akan tetapi tidak jarang juga dewasa dan manula pun terserang penyakit ini. bahkan sebuah lagu mengibaratkan bahwa lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. lagu itu adalah penggambaran bahwa sakit nya hati dapat menyerang sistim kerja otak dan kekebalan tubuh. pada kepercayaan agama islam ada syair pujian sebagai solusi untuk mengobati penyakit hati yang biasa di sebut dengan judul TOMBO ATI (penyembuh hati). garis besar dari lagu ini adalah menganjurkan untuk membaca al quran beserta maknanya, selanjutnya dengan sholat fardhu (sholat 5 waktu), bergaul dengan orang-orang yang soleh atau solehah, selanjutnya dzikir malam, selanjutnya berpuasalah.
akan tetapi sebenarnya penyakit hati timbul karena berbagai masalah-masalah yang terpendam karena tak kunjung diselsaikan. Menurut James Conant pemecahan masalah ini dapat diselsaikan dengan 6 langlkah yaitu:
1. Menyadari dan merumuskan sesuatu
2. Mengumpulkan informasi yang relevan
3. Merumuskan Hipotesis
4. Mengadakan proses deduksi dan hipotesis
5. Menguji hipotesis dalam situasi aktual
6.Menerima, mengubah atau menolak hipotesis.

Kamis, 21 Maret 2013

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Perilaku Konsumen

Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.
Selain itu perilaku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.
Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.
1. Model perilaku konsumen
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan membeli konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa mereka membeli.
Pertanyaan sentral bagi pemasar: Bagaimana konsumen memberikan respon terhadap berbagai usaha pemasaran yang dilancarkan perusahaan? Perusahaan benar-benar memahami bagaimana konsumen akan memberi responterhadap sifat-sifat produk, harga dan daya tarik iklan yang berbeda mempunyai keunggulan besar atas pesaing.
2. Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas social pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang.
Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar seringkali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain.
a.  Pengaruh Budaya Yang Tidak Disadari
Dengan adanya kebudayaan, perilaku konsumen mengalami perubahan . Dengan memahami beberapa bentuk budaya dari masyarakat, dapat membantu pemasar dalam memprediksi penerimaan konsumen terhadap suatu produk. Pengaruh budaya dapat mempengaruhi masyarakat secara tidak sadar. Pengaruh budaya sangat alami dan otomatis sehingga pengaruhnya terhadap perilaku sering diterima begitu saja. Ketika kita ditanya kenapa kita melakukan sesuatu, kita akan otomatis menjawab, “ya karena memang sudah seharusnya seperti itu”. Jawaban itu sudah berupa jawaban otomatis yang memperlihatkan pengaruh budaya dalam perilaku kita. Barulah ketika seseorang berhadapan dengan masyarakat yang memiliki budaya, nilai dan kepercayaan yang berbeda dengan mereka, lalu baru menyadari bahwa budaya telah membentuk perilaku seseorang. Kemudian akan muncul apresiasi terhadap budaya yang dimiliki bila seseorang dihadapan dengan budaya yang berbeda. Misalnya, di budaya yang membiasakan masyarakatnya menggosok gigi dua kali sehari dengan pasta gigi akan merasa bahwa hal itu merupakan kebiasaan yang baik bila dibandingkan dengan budaya yang tidak mengajarkan masyarakatnya menggosok gigi dua kali sehari. Jadi, konsumen melihat diri mereka sendiri dan bereaksi terhadap lingkungan mereka berdasarkan latar belakang kebudayaan yang mereka miliki. Dan, setiap individu akan mempersepsi dunia dengan kacamata budaya mereka sendiri.
b. Pengaruh Budaya dapat Memuaskan Kebutuhan
Budaya yang ada di masyarakat dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Budaya dalam suatu produk yang memberikan petunjuk, dan pedoman dalam menyelesaikan masalah dengan menyediakan metode “Coba dan buktikan” dalam memuaskan kebutuhan fisiologis, personal dan sosial. Misalnya dengan adanya budaya yang memberikan peraturan dan standar mengenai kapan waktu kita makan, dan apa yang harus dimakan tiap waktu seseorang pada waktu makan. Begitu juga hal yang sama yang akan dilakukan konsumen misalnya sewaktu mengkonsumsi makanan olahan dan suatu obat.
c. Pengaruh Budaya dapat Dipelajari
Budaya dapat dipelajari sejak seseorang sewaktu masih kecil, yang memungkinkan seseorang mulai mendapat nilai-nilai kepercayaan dan kebiasaan dari lingkungan yang kemudian membentuk budaya seseorang. Berbagai macam cara budaya dapat dipelajari. Seperti yang diketahui secara umum yaitu misalnya ketika orang dewasa dan rekannya yang lebih tua mengajari anggota keluarganya yang lebih muda mengenai cara berperilaku. Ada juga misalnya seorang anak belajar dengan meniru perilaku keluarganya, teman atau pahlawan di televisi. Begitu juga dalam dunia industri, perusahaan periklanan cenderung memilih cara pembelajaran secara informal dengan memberikan model untuk ditiru
masyarakat.Misalnya dengan adanya pengulangan iklan akan dapat membuat nilai suatu produk dan pembentukan kepercayaan dalam diri masyarakat. Seperti biasanya iklan sebuah produk akan berupaya mengulang kembali akan iklan suatu produk yang dapat menjadi keuntungan dan kelebihan dari produk itu sendiri. Iklan itu tidak hanya mampu mempengaruhi persepsi sesaat konsumen mengenai keuntungan dari suatu produk, namun dapat juga memepengaruhi persepsi generasi mendatang mengenai keuntungan yang akan didapat dari suatu kategori produk tertentu.
d. Pengaruh Budaya yang Berupa Tradisi
Tradisi adalah aktivitas yang bersifat simbolis yang merupakan serangkaian langkah-langkah (berbagai perilaku) yang muncul dalam rangkaian yang pasti dan terjadi berulang-ulang. Tradisi yang disampaikan selama kehidupan manusia, dari lahir hingga mati. Hal ini bisa jadi sangat bersifat umum. Hal yang penting dari tradisi ini untuk para pemasar adalah fakta bahwa tradisi cenderung masih berpengaruh terhadap masyarakat yang menganutnya. Misalnya yaitu natal, yang selalu berhubungan dengan pohon cemara. Dan untuk tradisi-tradisi misalnya pernikahan, akan membutuhkan perhiasan-perhiasan sebagai perlengkapan acara tersebut.
Sumber:
http://vermizze.multiply.com/journal/item/11?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

http://mennytigamartdini.wordpress.com/2011/10/19/pengaruh-kebudayaan-terhadap-perilaku-konsumen/

Minggu, 03 Februari 2013



Pencinta Alam IndonesiaKODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA Kami pecinta alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang maha Esa. Pecinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat sadar akan tanggung jawab tehadap tuhan, bangsa dan tanagh air. Pecinta alam Indonesia sadar bahwa segenap Pecinta alam sebagai mahluk yang mencintai alam sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran menyatakan sebagai berikut. 1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Memelihara alam besera isinya, serta menggunakan sumber alam sesuai kebutuhan. 3. Mengabdi kepada Bangsa dan Negara. 4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya serta menghargai manusia sesuai martabatnya. 5. Berusaha mempererat tali persaudaraan sesama Pecinta Alam sesuai dengan azas pecinta alam. 6. Berusaha saling membantu serta saling menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan tanah air 7. Selesai Disaahkan dalam forum Gladian Nasional IV Ujung Pandang Tanggal 29 Januari 1974 Pukul 01.00 WITA MANAJEMEN PERJALANAN A. PENDAHULUAN Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, keopemimpinan, pengendalian dan penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Manajemen perjalanan/ekspedisi merupakan suatu sistem pengaturan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi suatu kegiatan perjalanan. Tahapan manajemen perjalanan meliputi 1. Perencanaan dan persiapan kegiatan a. Data dan informasi awal b. Koordinasi kelompok c. Peralatan dan perlengkapan d. Persiapan fisik dan psikis e. Transportasi f. Cek dan ricek 2. Pelaksanaan kegiatan a. Manajemen lokasi sumber daya manusia b. Pengambilan data dan informasi 3. Pasca pelaksanaan kegiatan a. Memonitor dan evaluasi b. Membuat laporan perjalanan mengenai lokasi, rute, daftar peralatan, kondisi lingkungan, data dan informasi, persiapan miniumal, rincian biaya, dan catatan lainya. Collin Mortlock, seorang pakar pendidikan alam terbuka, mengkategorikan kemampuan yang diperlukan oleh para penggiat kegiatan alam terbuka sebagai berikut. 1. Kemampuan Teknis, yang berhubungan tentang ritme dan keseimbangan gerakan. 2. Kemampuan Kebugaran, mencangkup kebugaran spesifik yang di butukan untuk kegiatan tertentu, kebugarab jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan mengkondisikan tubuh terhadap tekanan lingkungan alam. 3. Kemampuan Kemanusiawian, yaitu pengembangan sikap positif pada seegala aspek untuk meningkatkan kemampuan. hal ini mencangkup determinasi (kemauan), percaya diri, kesabaran, konsentrasi, analisa diri, kemandirian, dan kemampuan untuk memimpin atau dipimpin 4. Kemampuan pemahaman lingkungan, yaitu mengembangkan kewaspadaan terhadap bahaya bagi lingkungan yang spesifik. Keempat kemampuan tersebut tidaklah mudah untuk dikuasai dengan baik, namun perlu di ingat bahwa penguasaan kemampuan tersebut sangat diperlukan dalam kegiatan di alam terbuka. B. PERENCANAAN PERJALANAN Persiapan dan perencanaan kegiatan di alam bebas harus disesuaikan dengan jenis dan tujuan yang akan di lakukan. Dengan persiapan dan perencanaan yang matang akan mengurangi resiko buruk yang mungkin timbul selama kegiatan, antara lain iklim/cuaca yang ekstrim, medan yang sulit delewati atau sumber air yang kurang. Kondisi-kondisi tersebut harus diantisipasi sedini mungkin dengan persiapan fisik, mental, skill (keterampilan) dan data informasi. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam peerencanaan kegiatan 1. Jenis medan yang akan dihadapi 2. Tujuan perjalanan 3. Keterbattasan fisik untuk membawa barang (maksimum 1/3 berat badan) 4. Hal-hal khusus seperti obat-obatan 5. Mengumpulkan informasi ( alternative jalur, jalur evakuasi, perizinan dll) 6. Latihan fisik 7. Membuat jadwal perjalanan Perencanaan kegiatan akan mempermudah mengorganisir kegiatan yang akan dilakukan, dengan mengeliminasi kemungkinan resiko buruk yang mingkin terjadi. Perencanaan tersebut harus berdasarkan pedoman 5W+1H 1. Who yaitu siapa yang mengadakan kegiatan, dengan siapa kita pergi, siapa yang menjadi leader dan siapa yang berpengalaman di lapangan 2. What yaitu apa jenis kegiatanya, apa tujuanya, apa hambatanya, apa yang akan dilakukan, dan perlengkapan apa yang harus di bawa 3. Why yaitu mengapa kita harus ikut dan mengapa memilih kegiatan tersebut 4. When yaitu kapan kegiatanya , berapa lama waktunya, siang atau malam, dan pada musim apa kegiatan tersebut dilaksanakan 5. Where yaitu dimana tempat kegiatanya, dimana mencari tempat bantuan terdekat 6. How yaitu bagaimana mencapai lokasi dan bagaimanamenghadapi resiko buruk yang mungkin terjadi C. FAKTOR PERTIMBANGAN Faktor pertimbangan yang penting untuk diperhatikan dalam manajemen perjalanan sebagai berikut. 1. Faktor alam Faktor alam mencangkup pemahaman mengenai lokasi tujuan, medan yang akan dihadapi, iklim daerah yang akan dituju, medan yang akan dihadapi, iklim daerrah yang akan dituju. Dan hal ini yang berkaitan dengan lingkungan. Pengantisipasian hal ini adalah dengan melakukan studi literature yang baik, analisa peta, informasi dari pemerintah setempat, hubungan dengan badan yang terkait, misalnya badan meteorology, klimatologi dan geofisika. Dengan mengetahui semua hal tersebut, dapat dapat direncanakan waktu (musim) yang tepat untuk melakukan perjalanan serta dapat di pilih rute perjalanan yang paling baik dan sesuai dengan keinginan. 2. Faktor peserta Adapun hal yang berhubungan dalam personil peserta berjalan, mencangkup pemilihan personil, kepemimpinan (leadership), hieraki, dskripsi kerja, dan tanggung jawab para peserta perjalanan. Dalam kegiatan berjalan di alam terbuka, perlu di tekankan sebagai pemimpin mengenai pemimpin atau biasa disebut leader (ketua). Kepemimpinan daari suatu perjalanan (ekspedisi) adalah lebih banyak merupakan tanggung jawab individual dan banyak keadaan kegiatan di alam terbuka ini menempatkan leader untuk mengambil keputusan yang sering kali harus di ambil segera. Oleh karena itu, merupakan hal yang esensial bagi seorang pemimpin untuk merrasa “in command” hal ini harus di tanamkan sejak awal. Leader-lah yang dapat membuat suatu perjalanan (ekspedisi) berjalan dengan baik. Suatu pengelolaan perjalanan di alam terbuka tidak akan dapat terlaksana dengan baik bila di pimpin oleh sekelompok orang (komite). 3. Faktor penyelenggaraan Penyelenggaraan dalam perjalanan mencangkup permasalahan faktor teknis dan noon teknis. Pada perjalanan yang besar (ekspedisi), ada faktor semi teknis. a. Faktor teknis adalah permasalahan teknis, yaitu permasalahan daya upaya operasional yang berhubungan langsung dengan tingkah kesulitan medan. b. Faktor non-teknis adalah permasalahan daya dukung operasi yang tidak berhubungan langsung dengan tingkat kesukitan medan. Daya dukung ini mencangkup masaklah administrasi organisasi(dana, izin, publikasi, secretariat) dan pendukung operasi global (komunikasi global,akomondasi kota, transportasi global). c. Faktor semi-teknis untuk perjalanan besar dan kompleks adalah permasalahan daya dukung operasi yang berhubung langsung dengan tingkat kesulitan medan, namun bersifat non-teknis (komunikasi basecamp tem, advance team, take in and take out team,delivery team). Factor ini berada diantara factor teknis dan non teknis. D. PERENCANAAN LOGISTIK Salah satu hal penting yang menjadi bagian manajemen perjalanan adalahh perencanaan logistic, beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum membuat perencanaan logistic sebagai berikut. a. Lamanya perjalanan yang akan di lakukan. b. Aktifitas apa saja yang akan di lakukan. c. Keadaan medan yang akan di hadapi (terjal,sering hujan, dan sebagainya) 1. Makanan Dalam penentuan makanan yang akan di bawa, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan yaitu: a. Cukup mengandung kaloridan mempunyai komposisi gizi yang memedai, serta tidak asing di lidah. b. Terlindung dari kerusakan,tahan lama, dan mudah/sederhana dalam menanganinya. c. Sebaiknya makanan yang siap pakai atau tidak perlu di masak terlalu lama, irit air dan bahan bakar. d. Ringan, mudah didapat. e. Murah. Untuk dapat merencanakan komposisi bahan makanan agar sesuai dengan syarat-syarat di atas, kita dapat mengkajinya dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Dengan informasi yang cukup lengkap, perkiraan kondisi medan , aktifitas tubuh yang diperlukan dan lamanya waktu. Perhiitungan jumlah kalori yang diperlukan. b. Susun daftar makanan yang memenuhi syaratdi atas, kemudian kelompokkan dengan menurut komposisi dominan. Hidrat arang, protein, lemak hitung masing-masing kalori totalnya (setelah siap di makan) c. Perhitungan untuk vitamindan mineral dapat di lakukan terakir, dan apabila ada kekurangan dapat di tambah tablet vitamin dan mineral secukupnya. Setelah melakukan hal di atas, anda tinggal membandingkan jenis mana yang mengandung banyak hidrat arang, lemak atau protein. Untuk lebih jelasnya bias di lihat daarri komposisi bahan makanan (daftar komposisi bahan makanan, Dep. Kesehatan RI,Dit. GiziKODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA Kami pecinta alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang maha Esa. Pecinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat sadar akan tanggung jawab tehadap tuhan, bangsa dan tanagh air. Pecinta alam Indonesia sadar bahwa segenap Pecinta alam sebagai mahluk yang mencintai alam sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran menyatakan sebagai berikut. 1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Memelihara alam besera isinya, serta menggunakan sumber alam sesuai kebutuhan. 3. Mengabdi kepada Bangsa dan Negara. 4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya serta menghargai manusia sesuai martabatnya. 5. Berusaha mempererat tali persaudaraan sesama Pecinta Alam sesuai dengan azas pecinta alam. 6. Berusaha saling membantu serta saling menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan tanah air 7. Selesai Disaahkan dalam forum Gladian Nasional IV Ujung Pandang Tanggal 29 Januari 1974 Pukul 01.00 WITA MANAJEMEN PERJALANAN A. PENDAHULUAN Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, keopemimpinan, pengendalian dan penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Manajemen perjalanan/ekspedisi merupakan suatu sistem pengaturan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi suatu kegiatan perjalanan. Tahapan manajemen perjalanan meliputi 1. Perencanaan dan persiapan kegiatan a. Data dan informasi awal b. Koordinasi kelompok c. Peralatan dan perlengkapan d. Persiapan fisik dan psikis e. Transportasi f. Cek dan ricek 2. Pelaksanaan kegiatan a. Manajemen lokasi sumber daya manusia b. Pengambilan data dan informasi 3. Pasca pelaksanaan kegiatan a. Memonitor dan evaluasi b. Membuat laporan perjalanan mengenai lokasi, rute, daftar peralatan, kondisi lingkungan, data dan informasi, persiapan miniumal, rincian biaya, dan catatan lainya. Collin Mortlock, seorang pakar pendidikan alam terbuka, mengkategorikan kemampuan yang diperlukan oleh para penggiat kegiatan alam terbuka sebagai berikut. 1. Kemampuan Teknis, yang berhubungan tentang ritme dan keseimbangan gerakan. 2. Kemampuan Kebugaran, mencangkup kebugaran spesifik yang di butukan untuk kegiatan tertentu, kebugarab jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan mengkondisikan tubuh terhadap tekanan lingkungan alam. 3. Kemampuan Kemanusiawian, yaitu pengembangan sikap positif pada seegala aspek untuk meningkatkan kemampuan. hal ini mencangkup determinasi (kemauan), percaya diri, kesabaran, konsentrasi, analisa diri, kemandirian, dan kemampuan untuk memimpin atau dipimpin 4. Kemampuan pemahaman lingkungan, yaitu mengembangkan kewaspadaan terhadap bahaya bagi lingkungan yang spesifik. Keempat kemampuan tersebut tidaklah mudah untuk dikuasai dengan baik, namun perlu di ingat bahwa penguasaan kemampuan tersebut sangat diperlukan dalam kegiatan di alam terbuka. B. PERENCANAAN PERJALANAN Persiapan dan perencanaan kegiatan di alam bebas harus disesuaikan dengan jenis dan tujuan yang akan di lakukan. Dengan persiapan dan perencanaan yang matang akan mengurangi resiko buruk yang mungkin timbul selama kegiatan, antara lain iklim/cuaca yang ekstrim, medan yang sulit delewati atau sumber air yang kurang. Kondisi-kondisi tersebut harus diantisipasi sedini mungkin dengan persiapan fisik, mental, skill (keterampilan) dan data informasi. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam peerencanaan kegiatan 1. Jenis medan yang akan dihadapi 2. Tujuan perjalanan 3. Keterbattasan fisik untuk membawa barang (maksimum 1/3 berat badan) 4. Hal-hal khusus seperti obat-obatan 5. Mengumpulkan informasi ( alternative jalur, jalur evakuasi, perizinan dll) 6. Latihan fisik 7. Membuat jadwal perjalanan Perencanaan kegiatan akan mempermudah mengorganisir kegiatan yang akan dilakukan, dengan mengeliminasi kemungkinan resiko buruk yang mingkin terjadi. Perencanaan tersebut harus berdasarkan pedoman 5W+1H 1. Who yaitu siapa yang mengadakan kegiatan, dengan siapa kita pergi, siapa yang menjadi leader dan siapa yang berpengalaman di lapangan 2. What yaitu apa jenis kegiatanya, apa tujuanya, apa hambatanya, apa yang akan dilakukan, dan perlengkapan apa yang harus di bawa 3. Why yaitu mengapa kita harus ikut dan mengapa memilih kegiatan tersebut 4. When yaitu kapan kegiatanya , berapa lama waktunya, siang atau malam, dan pada musim apa kegiatan tersebut dilaksanakan 5. Where yaitu dimana tempat kegiatanya, dimana mencari tempat bantuan terdekat 6. How yaitu bagaimana mencapai lokasi dan bagaimanamenghadapi resiko buruk yang mungkin terjadi C. FAKTOR PERTIMBANGAN Faktor pertimbangan yang penting untuk diperhatikan dalam manajemen perjalanan sebagai berikut. 1. Faktor alam Faktor alam mencangkup pemahaman mengenai lokasi tujuan, medan yang akan dihadapi, iklim daerah yang akan dituju, medan yang akan dihadapi, iklim daerrah yang akan dituju. Dan hal ini yang berkaitan dengan lingkungan. Pengantisipasian hal ini adalah dengan melakukan studi literature yang baik, analisa peta, informasi dari pemerintah setempat, hubungan dengan badan yang terkait, misalnya badan meteorology, klimatologi dan geofisika. Dengan mengetahui semua hal tersebut, dapat dapat direncanakan waktu (musim) yang tepat untuk melakukan perjalanan serta dapat di pilih rute perjalanan yang paling baik dan sesuai dengan keinginan. 2. Faktor peserta Adapun hal yang berhubungan dalam personil peserta berjalan, mencangkup pemilihan personil, kepemimpinan (leadership), hieraki, dskripsi kerja, dan tanggung jawab para peserta perjalanan. Dalam kegiatan berjalan di alam terbuka, perlu di tekankan sebagai pemimpin mengenai pemimpin atau biasa disebut leader (ketua). Kepemimpinan daari suatu perjalanan (ekspedisi) adalah lebih banyak merupakan tanggung jawab individual dan banyak keadaan kegiatan di alam terbuka ini menempatkan leader untuk mengambil keputusan yang sering kali harus di ambil segera. Oleh karena itu, merupakan hal yang esensial bagi seorang pemimpin untuk merrasa “in command” hal ini harus di tanamkan sejak awal. Leader-lah yang dapat membuat suatu perjalanan (ekspedisi) berjalan dengan baik. Suatu pengelolaan perjalanan di alam terbuka tidak akan dapat terlaksana dengan baik bila di pimpin oleh sekelompok orang (komite). 3. Faktor penyelenggaraan Penyelenggaraan dalam perjalanan mencangkup permasalahan faktor teknis dan noon teknis. Pada perjalanan yang besar (ekspedisi), ada faktor semi teknis. a. Faktor teknis adalah permasalahan teknis, yaitu permasalahan daya upaya operasional yang berhubungan langsung dengan tingkah kesulitan medan. b. Faktor non-teknis adalah permasalahan daya dukung operasi yang tidak berhubungan langsung dengan tingkat kesukitan medan. Daya dukung ini mencangkup masaklah administrasi organisasi(dana, izin, publikasi, secretariat) dan pendukung operasi global (komunikasi global,akomondasi kota, transportasi global). c. Faktor semi-teknis untuk perjalanan besar dan kompleks adalah permasalahan daya dukung operasi yang berhubung langsung dengan tingkat kesulitan medan, namun bersifat non-teknis (komunikasi basecamp tem, advance team, take in and take out team,delivery team). Factor ini berada diantara factor teknis dan non teknis. D. PERENCANAAN LOGISTIK Salah satu hal penting yang menjadi bagian manajemen perjalanan adalahh perencanaan logistic, beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum membuat perencanaan logistic sebagai berikut. a. Lamanya perjalanan yang akan di lakukan. b. Aktifitas apa saja yang akan di lakukan. c. Keadaan medan yang akan di hadapi (terjal,sering hujan, dan sebagainya) 1. Makanan Dalam penentuan makanan yang akan di bawa, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan yaitu: a. Cukup mengandung kaloridan mempunyai komposisi gizi yang memedai, serta tidak asing di lidah. b. Terlindung dari kerusakan,tahan lama, dan mudah/sederhana dalam menanganinya. c. Sebaiknya makanan yang siap pakai atau tidak perlu di masak terlalu lama, irit air dan bahan bakar. d. Ringan, mudah didapat. e. Murah. Untuk dapat merencanakan komposisi bahan makanan agar sesuai dengan syarat-syarat di atas, kita dapat mengkajinya dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Dengan informasi yang cukup lengkap, perkiraan kondisi medan , aktifitas tubuh yang diperlukan dan lamanya waktu. Perhiitungan jumlah kalori yang diperlukan. b. Susun daftar makanan yang memenuhi syaratdi atas, kemudian kelompokkan dengan menurut komposisi dominan. Hidrat arang, protein, lemak hitung masing-masing kalori totalnya (setelah siap di makan) c. Perhitungan untuk vitamindan mineral dapat di lakukan terakir, dan apabila ada kekurangan dapat di tambah tablet vitamin dan mineral secukupnya. Setelah melakukan hal di atas, anda tinggal membandingkan jenis mana yang mengandung banyak hidrat arang, lemak atau protein. Untuk lebih jelasnya bias di lihat daarri komposisi bahan makanan (daftar komposisi bahan makanan, Dep. Kesehatan RI,Dit. Gizi


KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA

Kami pecinta alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang maha Esa.
Pecinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat sadar akan tanggung jawab tehadap tuhan,  bangsa dan tanagh air.
Pecinta alam Indonesia sadar bahwa segenap Pecinta alam sebagai mahluk yang mencintai alam sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa.
Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran menyatakan sebagai berikut.
1.    Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Memelihara alam besera isinya, serta menggunakan sumber alam sesuai kebutuhan.
3.    Mengabdi kepada Bangsa dan Negara.
4.    Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya serta menghargai manusia sesuai martabatnya.
5.    Berusaha mempererat  tali persaudaraan sesama Pecinta Alam sesuai dengan azas pecinta alam.
6.    Berusaha saling membantu serta saling menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan tanah air
7.    Selesai



Disaahkan dalam forum
Gladian Nasional IV Ujung Pandang
Tanggal 29 Januari 1974
Pukul 01.00 WITA








MANAJEMEN PERJALANAN

A.     PENDAHULUAN
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, keopemimpinan, pengendalian dan penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
Manajemen perjalanan/ekspedisi merupakan suatu sistem pengaturan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi suatu kegiatan perjalanan. Tahapan manajemen perjalanan meliputi
1.      Perencanaan dan persiapan kegiatan
a.      Data dan informasi awal
b.      Koordinasi kelompok
c.       Peralatan dan perlengkapan
d.      Persiapan fisik dan psikis
e.      Transportasi
f.        Cek dan ricek
2.      Pelaksanaan kegiatan
a.      Manajemen lokasi sumber daya manusia
b.      Pengambilan data dan informasi
3.      Pasca pelaksanaan kegiatan
a.      Memonitor dan evaluasi
b.      Membuat laporan perjalanan mengenai lokasi, rute, daftar peralatan, kondisi lingkungan, data dan informasi, persiapan miniumal, rincian biaya, dan catatan lainya.
Collin Mortlock, seorang pakar pendidikan alam terbuka, mengkategorikan kemampuan yang diperlukan oleh para penggiat kegiatan alam terbuka sebagai berikut.
1.    Kemampuan Teknis, yang berhubungan tentang ritme dan keseimbangan gerakan.
2.    Kemampuan Kebugaran, mencangkup kebugaran spesifik yang di butukan untuk kegiatan tertentu, kebugarab jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan mengkondisikan tubuh terhadap tekanan lingkungan alam.
3.    Kemampuan Kemanusiawian, yaitu pengembangan sikap positif pada seegala aspek untuk meningkatkan kemampuan. hal ini mencangkup determinasi (kemauan), percaya diri, kesabaran, konsentrasi, analisa diri, kemandirian, dan kemampuan untuk memimpin atau dipimpin
4.    Kemampuan pemahaman lingkungan, yaitu mengembangkan kewaspadaan terhadap bahaya bagi lingkungan yang spesifik. Keempat kemampuan tersebut tidaklah mudah untuk dikuasai dengan baik, namun perlu di ingat bahwa penguasaan kemampuan tersebut sangat diperlukan dalam kegiatan di alam terbuka.
B.   PERENCANAAN PERJALANAN
Persiapan dan perencanaan kegiatan di alam bebas harus disesuaikan dengan jenis dan tujuan yang akan di lakukan. Dengan persiapan dan perencanaan yang matang akan mengurangi resiko buruk yang mungkin timbul selama kegiatan, antara lain iklim/cuaca yang ekstrim, medan yang sulit delewati atau sumber air yang kurang. Kondisi-kondisi tersebut harus diantisipasi sedini mungkin dengan persiapan fisik, mental, skill (keterampilan) dan data informasi. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam peerencanaan kegiatan
1.      Jenis medan yang akan dihadapi
2.      Tujuan perjalanan
3.      Keterbattasan fisik untuk membawa barang (maksimum 1/3 berat badan)
4.      Hal-hal khusus seperti obat-obatan
5.      Mengumpulkan informasi ( alternative jalur, jalur evakuasi, perizinan dll)
6.      Latihan fisik
7.      Membuat jadwal perjalanan
Perencanaan kegiatan akan mempermudah mengorganisir kegiatan yang akan dilakukan,  dengan mengeliminasi kemungkinan resiko buruk yang mingkin terjadi. Perencanaan tersebut harus berdasarkan pedoman  5W+1H
1.         Who yaitu siapa yang mengadakan kegiatan, dengan siapa kita pergi, siapa yang menjadi leader dan siapa yang berpengalaman di lapangan
2.         What yaitu apa jenis kegiatanya, apa tujuanya, apa hambatanya, apa yang akan dilakukan, dan perlengkapan apa yang harus di bawa
3.         Why yaitu mengapa kita harus ikut dan mengapa memilih kegiatan tersebut
4.         When yaitu kapan kegiatanya , berapa lama waktunya, siang atau malam, dan pada musim apa kegiatan tersebut dilaksanakan
5.         Where yaitu dimana tempat kegiatanya, dimana mencari tempat bantuan terdekat
6.         How yaitu bagaimana mencapai lokasi dan bagaimanamenghadapi resiko buruk yang mungkin terjadi

C.        FAKTOR PERTIMBANGAN
Faktor pertimbangan yang penting untuk diperhatikan dalam manajemen perjalanan sebagai berikut.
1.        Faktor alam
Faktor alam mencangkup pemahaman mengenai lokasi tujuan, medan yang akan dihadapi, iklim daerah yang akan dituju, medan yang akan dihadapi, iklim daerrah yang akan dituju. Dan hal ini yang berkaitan dengan lingkungan. Pengantisipasian hal ini adalah dengan melakukan studi literature yang baik, analisa peta, informasi dari pemerintah setempat, hubungan dengan badan yang terkait, misalnya badan meteorology, klimatologi dan geofisika. Dengan mengetahui semua hal tersebut, dapat dapat direncanakan waktu (musim) yang tepat untuk melakukan perjalanan serta dapat di pilih rute perjalanan yang paling baik  dan sesuai dengan keinginan.
2.        Faktor peserta
Adapun hal yang berhubungan dalam personil peserta berjalan, mencangkup pemilihan personil, kepemimpinan (leadership), hieraki, dskripsi kerja, dan tanggung jawab para peserta perjalanan. Dalam kegiatan berjalan di alam terbuka, perlu di tekankan sebagai pemimpin  mengenai pemimpin atau biasa disebut leader (ketua). Kepemimpinan daari suatu perjalanan (ekspedisi) adalah lebih banyak merupakan tanggung jawab individual dan banyak keadaan kegiatan di alam terbuka ini menempatkan leader untuk mengambil keputusan yang sering kali harus di ambil segera. Oleh karena itu, merupakan hal yang esensial bagi seorang pemimpin untuk merrasa “in command” hal ini harus di tanamkan sejak awal. Leader-lah yang dapat membuat suatu perjalanan (ekspedisi) berjalan dengan baik. Suatu pengelolaan perjalanan di alam terbuka tidak akan dapat terlaksana dengan baik bila di pimpin oleh sekelompok orang (komite). 
3.        Faktor penyelenggaraan
Penyelenggaraan dalam perjalanan mencangkup permasalahan faktor teknis dan noon teknis. Pada perjalanan yang besar (ekspedisi), ada faktor semi teknis.
a.    Faktor teknis adalah permasalahan teknis, yaitu permasalahan daya upaya operasional yang berhubungan langsung dengan tingkah kesulitan medan.
b.    Faktor non-teknis adalah permasalahan daya dukung operasi yang tidak berhubungan langsung dengan tingkat kesukitan medan. Daya dukung ini mencangkup masaklah administrasi organisasi(dana, izin, publikasi, secretariat) dan pendukung operasi global (komunikasi global,akomondasi kota, transportasi global).
c.    Faktor semi-teknis untuk perjalanan besar dan kompleks adalah permasalahan daya dukung operasi yang berhubung langsung dengan tingkat kesulitan medan, namun bersifat non-teknis (komunikasi basecamp tem, advance team, take in and take out team,delivery team). Factor ini berada diantara factor teknis dan non teknis.

D.                 PERENCANAAN LOGISTIK
Salah satu hal penting yang menjadi bagian manajemen perjalanan adalahh perencanaan logistic, beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum membuat perencanaan logistic sebagai berikut.
a.      Lamanya perjalanan yang akan di lakukan.
b.      Aktifitas apa saja yang akan di lakukan.
c.       Keadaan medan yang akan di hadapi (terjal,sering hujan, dan sebagainya)

1.    Makanan
Dalam penentuan makanan yang akan di bawa, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan yaitu:
a.      Cukup mengandung kaloridan mempunyai komposisi gizi yang memedai, serta tidak asing di lidah.
b.      Terlindung dari kerusakan,tahan lama, dan mudah/sederhana dalam menanganinya.
c.       Sebaiknya makanan yang siap pakai atau tidak perlu di masak terlalu lama, irit air dan bahan bakar.
d.      Ringan, mudah didapat.
e.      Murah.
Untuk dapat merencanakan komposisi bahan makanan agar sesuai dengan syarat-syarat di atas, kita dapat mengkajinya dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.      Dengan informasi yang cukup lengkap, perkiraan kondisi medan , aktifitas tubuh yang diperlukan dan lamanya waktu. Perhiitungan jumlah kalori yang diperlukan.
b.      Susun daftar makanan yang memenuhi syaratdi atas, kemudian kelompokkan dengan menurut komposisi dominan. Hidrat arang, protein, lemak hitung masing-masing kalori totalnya (setelah siap di makan)
c.       Perhitungan untuk vitamindan mineral dapat di lakukan terakir, dan apabila ada kekurangan dapat di tambah tablet vitamin dan mineral secukupnya.
Setelah melakukan hal di atas, anda tinggal membandingkan jenis mana yang mengandung banyak hidrat arang, lemak atau protein. Untuk lebih jelasnya bias di lihat daarri komposisi bahan makanan (daftar komposisi bahan makanan, Dep. Kesehatan RI,Dit. Gizi